PANDERMAN GRAVITY PARK DOWNHILL 2025 MENARIK RATUSAN WISATAWAN NASIONAL DAN INTERNASIONAL

  • May 12, 2025
  • Web Admin Mayangsari
  • OLAHRAGA, PARIWISATA

MAYANGSARI - Pergelaran Panderman Gravity Park (PGP) Downhill 2025 membuktikan bahwa Desa Pesanggrahan layak menjadi salah satu pusat sport tourism di Kota Batu.

Event UCI ini menarik sekitar 272 peserta untuk hadir dan bertanding di lintasan baru bernama trek mentok sepanjang 1,45 kilometer dengan elevasi turun 224 meter di wilayah gunung Panderman pada tanggal 9-11 Mei 2025.

Titik start berada di Dusun Tuyomerto dan finish di area camping ground Kusuma Agrowisata. Jalur kali ini menyuguhkan kombinasi antara pemandangan eksotis Kota Batu dan medan ekstrem, lengkap dengan area jumping yang disesuaikan bagi rider profesional dan segmen hobi sesuai konsep sport tourism. Peserta dapat bersepeda sekaligus berwisata bersama dengan keluarganya. Tak hanya kompetisi menaklukkan trek curam, adu cepat turun tebing di Desa Pesanggrahan itu turut menggaungkan Sport Tourism di Kota Batu.

Menurut ketua panitia PGP Downhill 2025 (Fahresa Indra Renaldy) kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari komunitas sepeda gunung, pelaku UMKM, hingga sektor pemerintahan daerah. "Ajang ini bukan hanya tentang balapan, tapi juga merupakan momentum untuk menghidupkan kembali gairah sport tourism di Kota Batu, sekaligus menciptakan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Digelar terbuka, pesertanya datang dari Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Timor Leste," terangnya.


Resa (sapaan akrabnya) juga menerangkan bahwa kegiatan ini adalah event balap sepeda gunung bertaraf internasional karena sudah masuk dalam kalender resmi UCI (Union Cycliste Internationale) sebagai event kelas C2. UCI sendiri merupakan induk organisasi internasional olahraga sepeda. “Event ini ini sudah masuk kalender resmi UCI sebagai event kelas C2, pun melombakan berbagai kategori di ajang balap international diantaranya Men Elite, Women Elite dan Men Junior. Ketiga kelas khusus yang masuk UCI sebagai event kelas C2," lebih jauh Resa menjelaskan bahwa kategori yang dilombakan tidak hanya tiga kelas yang disebutkan tadi melainkan hingga kelas master dan hobi. "Kami telah menyiapkan trek untuk semua level. Fokus kami adalah menjadikan ajang ini inklusif, aman, kompetitif, serta menambah pengalaman wisata berbasis olahraga di kawasan Panderman."

 

 

Kegiatan yang diinisiasi kelompok pemuda Desa Pesanggrahan itu diharapkan mampu terus mengembangkan sport tourism. Terlebih, gelaran ini juga menyedot animo peserta dari luar kota bahkan hingga mancanegara. "Harapannya setiap tahun bisa digelar terus secara rutin," tutupnya. *Mar